Senin, 09 Januari 2012

Pembuangan sampah sembarangan


Kebiasaan Buang Sampah Sembarangan Sulit Dihilangkan

Selain ancaman banjir, akumulasi sampah yang terbawa arus air dan mengumpul di sejumlah pintu air juga patut diwaspadai. Dalam kondisi normal, sekitar 70 ton sampah diangkat setiap hari dari sejumlah pintu air di Jakarta. Jumlah sampah akan meningkat jika volume air di sungai bertambah.

Keterangan dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Ery Basworo, setiap hari, sampah di sejumlah pintu air dibersihkan. Sebanyak 2-3 truk mengangkut sampah setiap hari. Dari Pesing, sampah yang diangkut sebanyak 3-4 truk per hari. Pintu air ini mengatur air di Sungai Angke. Sementara dari pintu air Perintis di Jakarta Utara, jumlah sampah rata-rata tiga truk sehari. Di Pluit, sampah diangkut dua truk sehari.

Setiap truk mempunyai kapasitas angkut 7 ton. Jika ditotal, ada 10 truk yang beroperasi mengangkut sampah dari saluran air setiap hari atau 70 ton sampah yang diangkat dari sungai yang ada di Jakarta.
Sampah yang tertimbun di pintu air Manggarai amat beragam, mulai dari aneka plastik, styrofoam, batang pohon, kasur, hingga lemari kayu. Selain mengandalkan truk sampah, lima pemulung juga memunguti sampah dari pintu air Manggarai. 

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Bharuna menuturkan, pengambilan sampah dari 13 sungai di Jakarta menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum DKI. Total ada 6.100-6.300 ton sampah di Jakarta per hari. Jumlah ini belum termasuk sampah di saluran air.

Berikut Data Volume Sampah

Volume Rata-Rata Timbunan Sampah Harian Kota Metropolitan di Indonesia Tahun 2007
o
Kota
Jumlah Penduduk (jiwa)
Rata – Rata Timbunan Sampah (m3/hari)
2005
2006
2007
2005
2006
2007
1
Medan
2.068.400
2.068.400
2.067.288
Td
4.382,00
4.985,00
2
Jakarta Barat
1.565.406
1.573.619
1.565.947
5.500,00
5.500,00
5.500,00
3
Jakarta Pusat
897.789
893.195
888.419
4.651,00
Td
5.280,00
4
Jakarta Timur
2.385.121
2.434.163
2.413.875
5.442,00
5.272,80
6.592,70
5
Jakarta Utara
1.176.307
1.182.749
1.257.952
4.180,00
Td
5.161,00
6
Jakarta Selatan
1.708.269
1.79.024
1.738.248
5.223,00
Td
5.663,00
7
Palembang
1.500.872
1.520.199
1.369.239
4.698,00
Td
5.100,00*
8
Makasar
1.160.011
1.179.024
1.223.540
3.580,00
Td
3.661,81
9
Depok
1.335.734
1.369.461
1.420.480
Td
Td
3.764,00
10
Bandung
2.141.837
2.453.302
2.520.812
6.473,70
Td
7.500,00
11
Tanggerang
1.700.000
1.914.316
1.537.558
4.225,00
5.000,00
3.367,00
12
Bekasi
Td
1.914.316
2.066.913
Td
Td
2.790,00
13
Surabaya
2.599.796
2.740.490
2.809.679
6.700,00
6.234,00
9.560,00**
14
Semarang
1.424.000
1.406.999
1.445.334
4.274,00
3.805,00
4.500,00
Keterangan: Td = Tidak ada data; * data hasil konfirmasi (kuesioner persampahan domesti); ** data SLDH Kota Surabaya 2007
Sumber : Diolah dari data Non Fisik Adipura, 2007

Tabel.III.2 Volume Rata-Rata Timbunan Sampah Harian Kota Besar Di Indonesia Tahun 2007
No
Kota
Jumlah Penduduk (jiwa)
Rata – Rata Timbunan Sampah (m3/hari)
2005
2006
2007
2005
2006
2007
1
Bajarmasin
600.000
572.300
602.725
1.200,00
900,00
1.200,00
2
Pekanbaru
671.435
682.945
741.700
1.426,60
Td
1.800,00
3
Bogor
820.707
831.671
879.138
1.966,00
Td
2.210,00
4
Malang
780.863
770.818
820.373
820,00
820,00
700
5
Samarinda
561.471
579.933
593.853
2.844,00
Td
1.553,22
6
Batam
Td
591.253
729.029
400,00
558,30
463,03
7
Surakarta
556.257
559.057
560.000
1.280,00
588,00
1.180,00
8
Yogyakarta
512.464
520.575
526.470
1.571,00
Td
1.132,00
9
Padang
780.125
781.125
832.206
1.768,00
Td
1.600,00
10
Balikpapan
535.201
542.630
577.675
1.001,50
1.211,00
2.168,00
11
Bandar Lampung
742.749
880.490
844.606
Td
Td
867,00
12
Denpasar
585.150
Td
Td
2.320,00
2.374,00
Td
13
Kab. Tangerang
Td
875.034
Td
Td
Td
Td
Sumber : Diolah dari Data Non Fisik Adipura, 2007:
Keterangan: Td = Tidak ada data

Berikut Metode – Metode Pengelolaan Sampah

Ø  Metoda Pembuangan

Penimbunan darat
Pembuangan sampah pada penimbunan darat termasuk menguburnya untuk membuang sampah, metode ini adalah metode paling populer di dunia. Penimbunan ini biasanya dilakukan di tanah yg tidak terpakai , lubang bekas pertambangan , atau lubang lubang dalam. Sebuah lahan penimbunan darat yg dirancang dan dikelola dengan baik akan menjadi tempat penimbunan sampah yang hiegenis dan murah. Sedangkan penimbunan darat yg tidak dirancang dan tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan berbagai masalah lingkungan , diantaranya angin berbau sampah , menarik berkumpulnya Hama , dan adanya genangan air sampah. Efek samping lain dari sampah adalah gas methan dan karbon dioksida yang juga sangat berbahaya. (di bandung kandungan gas methan ini meledak dan melongsorkan gunung sampah)
Karakteristik desain dari penimbunan darat yang modern diantaranya adalah metode pengumpulan air sampah menggunakan bahan tanah liat atau pelapis plastik. Sampah biasanya dipadatkan untuk menambah kepadatan dan kestabilannya , dan ditutup untuk tidak menarik hama (biasanya tikus). Banyak penimbunan samapah mempunyai sistem pengekstrasi gas yang dipasang untuk mengambil gas yang terjadi. Gas yang terkumpul akan dialirkan keluar dari tempat penimbunan dan dibakar di menara pemabakar atau dibakar di mesin berbahan bakar gas untuk membangkitkan listrik.

Ø  Metode Daur-ulang
Proses pengambilan barang yang masih memiliki nilai dari sampah untuk digunakan kembali disebut sebagai daur ulang.Ada beberapa cara daur ulang , pertama adalah mengambil bahan sampahnya untuk diproses lagi atau mengambil kalori dari bahan yang bisa dibakar utnuk membangkitkan listik. Metode metode baru dari daur ulang terus ditemukan dan akan dijelaskan dibawah.

Pengolahan kembali secara fisik
Metode ini adalah aktivitas paling populer dari daur ulang , yaitu mengumpulkan dan menggunakan kembali sampah yang dibuang , contohnya botol bekas pakai yang dikumpulkan kembali untuk digunakan kembali. Pengumpulan bisa dilakukan dari sampah yang sudah dipisahkan dari awal (kotak sampah/kendaraan sampah khusus), atau dari sampah yang sudah tercampur.

Sampah yang biasa dikumpulkan adalah kaleng minum aluminum , kaleng baja makanan/minuman, Botol HDPE dan PET , botol kaca , kertas karton, koran, majalah, dan kardus. Jenis plastik lain seperti (PVC, LDPE, PP, dan PS) juga bisa di daur ulang.Daur ulang dari produk yang komplek seperti komputer atau mobil lebih susah, karena harus bagian bagiannya harus diurai dan dikelompokan menurut jenis bahannya.

Pengolahan biologis
Material sampah organik , seperti zat tanaman , sisa makanan atau kertas , bisa diolah dengan menggunakan proses biologis untuk kompos, atau dikenal dengan istilah pengkomposan.Hasilnya adalah kompos yang bisa digunakan sebagi pupuk dan gas methana yang bisa digunakan untuk membangkitkan listrik.

Contoh dari pengelolaan sampah menggunakan teknik pengkomposan adalah Green Bin Program (program tong hijau) di Toronto, Kanada, dimana sampah organik rumah tangga , seperti sampah dapur dan potongan tanaman dikumpulkan di kantong khusus untuk di komposkan.

Pemulihan energi
Kandungan energi yang terkandung dalam sampah bisa diambil langsung dengan cara menjadikannya bahan bakar, atau secara tidak langsung dengan cara mengolahnya menajdi bahan bakar tipe lain. Daur-ulang melalui cara "perlakuan panas" bervariasi mulai dari menggunakannya sebakai bahan bakar memasak atau memanaskan sampai menggunakannya untuk memanaskan boiler untuk menghasilkan uap dan listrik dari turbin-generator. Pirolisa dan gasifikasi adalah dua bentuk perlakukan panas yang berhubungan , dimana sampah dipanaskan pada suhu tinggi dengan keadaan miskin oksigen. Proses ini biasanya dilakukan di wadah tertutup pada Tekanan tinggi. Pirolisa dari sampah padat mengubah sampah menjadi produk berzat padat , gas, dan cair. Produk cair dan gas bisa dibakar untuk menghasilkan energi atau dimurnikan menjadi produk lain. Padatan sisa selanjutnya bisa dimurnikan menjadi produk seperti karbon aktif. Gasifikasi dan Gasifikasi busur plasma yang canggih digunakan untuk mengkonversi material organik langsung menjadi Gas sintetis (campuran antara karbon monoksida dan hidrogen). Gas ini kemudian dibakar untuk menghasilkan listrik dan uap.

Ø  Metode penghindaran dan pengurangan
Sebuah metode yang penting dari pengelolaan sampah adalah pencegahan zat sampah terbentuk , atau dikenal juga dengan "pengurangan sampah". Metode pencegahan termasuk penggunaan kembali barang bekas pakai , memperbaiki barang yang rusak , mendesain produk supaya bisa diisi ulang atau bisa digunakan kembali (seperti tas belanja katun menggantikan tas plastik ), mengajak konsumen untuk menghindari penggunaan barang sekali pakai (contohnya kertas tissue) ,dan mendesain produk yang menggunakan bahan yang lebih sedikit untuk fungsi yang sama (contoh, pengurangan bobot kaleng minuman).

Upaya Penanggulangan
Kebiasaan sebagian masyarakat membuang sampah di sungai relatif sulit diubah namun pemerintah terus menyosialisasikan tentang bahaya timbunan sampah di sungai.

Masyarakat tampaknya masih menganggap bahwa sungai merupakan tempat pembuangan sampah sehingga hampir di seluruh sungai di kota – kota di Indonesia ada sampah seperti
Jakarta 10.220 ton per hari, Surakarta menghasilkan sampah kota sebesar 267 ton per hari, Semarang menghasilkan 727 ton per hari dan Magelang menghasilkan 63 ton per hari
Masyarakat sebenarnya sudah tahu bahwa timbunan sampah di sungai menjadi penyebab banjir di kota itu terutama pada musim hujan. Sampah yang mereka buang di sungai bukan hanya sampah rumah tangga dalam bentuk barang kecil seperti sampah dapur. Namun, katanya, petugas kebersihan  juga menemukan barang bekas pakai dalam bentuk relatif besar seperti kasur, bantal, ban bekas, pakaian, dan perlengkapan rumah tangga lainnya.

Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai, harus terus dibangun antara lain melalui peningkatan intensitas sosialisasi tentang bahaya membuang sampah di tempat itu.

Pemkot juga memprogramkan pengerukan sampah di sungai untuk selanjutnya dibuang ke tempat pembuangan sampah yang telah tersedia guna mencegah bahaya banjir terutama saat musim hujan.  

Selain itu, berbagai bangunan liar di bantaran sungai juga menjadi penyebab aliran air sungai tidak lancar. Dibutuhkan penanganan khusus karena hampir setiap saluran air dan sungai, di atasnya didirikan bangunan oleh pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan sehingga badan saluran air tertutup.

Bangunan liar di atas saluran air dan sungai menyulitkan petugas kebersihan dalam memelihara secara rutin kelancaraan aliran air sehingga saat hujan terjadi banjir. Dibutuhkan waktu relatif lama dan pendekatan secara khusus kepada masyarakat untuk penanganan banjir di kota itu.

Tindak Pidana

Beberapa Pemkot di Indonesia sudah siaga dalam menghadapi pembuangan sampah sembarangan, ini dilakukan karena masyarakat masih belum sadar akibat buang sampah sembarangan. Pemkot geram dengan msayarakat yang kurang peduli dengan lingkungan sekitar.

Beberapa Pemkot sudah merancang tindakan lewat tindak pidana untuk menangani pembuangan sampah sembarangan seperti Denpasar dan Medan.

Sebagaimana dilansir, Pemerintah Kota Denpasar akan menerapkan proses hukum tindak pidana pidana ringan atau tipiring terhadap warga yang membuang sampah sembarangan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan.

Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra menyatakan di Kecamatan Denpasar Barat telah memberlakukan edukasi publik mengenai pentingnya kebersihan lingkungan telah menyentuh masyarakat. Mereka sudah mulai melaporkan pelaku buang sampah sembarangan dan membawa ke Dinas Ketenteraman dan Ketertiban. Jadi Pemkot Denpasar akan terapkan proses hukum tipiring.

Ditambahkan lagi bahwa Kecamatan Denpasar Barat juga bakal memberikan penghargaan dengan hadiah Rp100 ribu bagi pelapor yang melihat warga membuang sampah di tempat terlarang. Camat Denpasar Barat IB. Alit Wiradana, mengatakan, hadiah tersebut merupakan suatu cara untuk memotivasi masyarakat agar turut mengawasi kebersihan di lingkungan masing-masing.

Dilain pihak, Pemerintah Kota Medan pun juga memberlakukan hal yang sama dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No 8 tahun 2002 tentang Retribusi Pelayanan Kebersihan yang sudah ada. Dalam Perda ini sudah memuat sanksi berupa hukuman kurungan dan denda bagi yang melanggar.

Dalam Perda No 8 tahun 2002 Pasal 6 ayat a-j telah mengatur kewajiban setiap orang pribadi atau badan untuk menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan masing-masing dan saluran air di sekelilingnya. Pada pasal 7 ayat a-d yang mengatur larangan pembuangan sampah baik di saluran air, di daerah aliran sungai (DAS), dan di atas parit atau beram jalan. Sanksi bagi pelanggar kedua pasal tersebut diatur di pasal 20 ayat 2, yakni ancaman pidana kurungan paling lama 6 bulan dan denda Rp 5 juta.

Wali Kota Medan Rahudman Harahap menargetkan pada bulan Juni 2012 ini Kota Medan akan kelihatan bersih. Bila tidak, dirinya akan mengubah Perda tentang Kebersihan dengan mencantumkan tindak pidana ringan bagi warga yang membuang sampah sembarangan.

Mulai Januari hingga Mei 2012 pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, kecuali pada tempat-tempat yang sudah disediakan, termasuk jangan membuang sampah ke sungai, parit, dan sebagainya. Kemudian masyarakat harus tepat waktu mengeluarkan sampah dan memisahkan sampah basah dan sampah kering.

Bahaya Sampah

Ada jenis sampah yang dapat di daur ulang untuk dijadikan bentuk yang lebih bermanfaat ketimbang sampah itu sendiri.Misalkan sampah plastik atau sampah anorganik bisa jidikan daur ulang menjadi bijih plastik dan bijih plastik tersebut dapat digunakan untuk membuat benda-benda dari plastik seperti alat-alat rumah tangga dan alat-alat elektronik.Sedangkan sampah dari sisa-sisa tumbuhan atau sampah organik dapat dikubur didalam tanah sehingga menyebabkan tanah menjadi subur dan berguna bagi pertanian.

Berikut bahaya membuang sampah sembarangan :

1. Sampah dapat menjadi sarang penyakit.Penyakit banyak terjadi pada tempat-tempat yang kumuh dan kotor terutama penyakit yang disebabkan oleh  hewan.Sampah plastik yang paling bertanggung jawab atas masalah ini karena sampah plastik tidak dapat dicerna oleh tanah.

2. Sampah dibuang di sungai dapat menyebabkan bencana yang pada akhirnya  menimbulkan kematian.KArena sampah yang dibuang di sungai dapat menyebabkan banjir.Yang paling parah lagi adalah Air dari pada sungai itu sendiri.Tahuakah kalian bahwa air adalah komponen utama kehidupan,jadi kalau air yang kita minum tercemar oleh sampah yang menjijikkan maka kita akan mudah terserang penyakit.

3. Sampah menyempitkan lahan untuk kita hidup.Soalnya karena kalau kebanyakan sampah plastik  dibumi maka jatah lahan untuk kita mendirikan tempat tinggal sangat sempit.Mana mungkin kita mau tinggak denngan sampah bukan???

“ Kini saatnya kita masyarakat Indonesia harus sadar akan lingkungan. Jangan membuang sampah sembarangan apalagi di saluran air yang mengakibatkan datangnya bahaya bencana alam. Sebaiknya gunakan metode – metode diatas untuk membuang sampah pada tempatnya.”

Sumber :

http://megapolitan.kompas.com/read/2012/01/05/06193123/70.Ton.Sampah.di.Pintu.Air

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2009/10/23/38746

http://harianandalas.com/index.php?option=com_content&view=article&id=264:wakil-ketua-dprd-medan-ikrimah-hamidy&catid=2:medan-kita&Itemid=3

http://bali.antaranews.com/berita/17713/rp100-ribu-bagi-pelapor-pembuang-sampah

http://bali.antaranews.com/berita/17711/tipiring-untuk-pembuang-sampah-sembarangan

http://www.blogsas.com/bahaya-membuang-sampah-sembarangan/

http://id.wikipedia.org/wiki/Pengelolaan_sampah

http://narasibumi.blog.uns.ac.id/2009/04/17/kondisi-persampahan-kota-di-indonesia/



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar